Arsip untuk Oktober, 2009

Pulpen Murah Pak Boediono

boedioBARANGKALI tak banyak yang tahu kalau Wakil Presiden kita yang baru, Boediono, ternyata gemar menggunakan pulpen murah meriah. Setidaknya, itu terekam dari jepretan sejumlah foto yang pernah dimuat di media massa. Foto-foto ini tentu saja sebelum Pak Boed jadi Wapres.

Menyaksikan foto-foto yang saya dapatkan dari situs kaskus ini, ada beberapa spekulasi. Pertama, Pak Boed memang pribadi yang sangat sederhana. Berbeda dengan pejabat-pejabat negara lain yang gemar memamerkan pulpen berharga jutaan, Pak Boed malah lebih suka dengan pulpen murah meriah, mirip pulpen anak SD atau SMP.

Kedua, barangkali Pak Boed pelupa, sering kehilangan pulpen. Nah… daripada pakai pulpen mahal yang sering tercecer di mana-mana dan akhirnya, mendingan pakai yang murah meriah saja. Ketiga, bisa jadi foto-foto ini hasil rekayasa photoshop belaka. Saya gak ngerti trik-trik software perekayasa foto, tapi sependek pengamatan saya foto ini asli adanya. Mudah-mudahan ini memang cermin kesederhanaan seorang Boediono.

Lanjutkan membaca ‘Pulpen Murah Pak Boediono’

Jam Gempa dan Ayat Alquran

gempa pariamanSEMULA saya hanya tersenyum geli membaca SMS yang dikirim seorang teman. Barangkali Anda juga menerima SMS yang sama. Tampaknya ini adalah SMS berantai yang dikirim seseorang, kemudian menyebar ke banyak orang.

Begini bunyi SMS tersebut: “Gempa Sumbar pukul 17:16 WIB, gempa susulan pukul 17:58 WIB, gempa Jambi pukul 08.52 WIB. Mohon cek dalam Alquran berdasarkan jam tersebut. 17:16 = QS Al-Isra’ ayat 16, 17:58 = QS Al-Isra’ ayat 58, 08:52 = QS Al-Anfal ayat 52. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.”

Ada-ada saja cara orang mencari sensasi, pikir saya. Ketika SMS ini saya perlihatkan pada istri di rumah, ia langsung membuka Alquran terjemahan, membuka ayat-ayat tersebut dan membacanya keras-keras. Nauzubillah! Kami terpana. Ayat-ayat ini benar-benar bicara tentang azab dan kebinasaan.

Berikut terjemahan ayat-ayat tersebut: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar mentaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu). (Al-Isra’ ayat 16)

Lanjutkan membaca ‘Jam Gempa dan Ayat Alquran’

Pariaman, Masih Ada Harapan

kampung dalamMESKI berhasil menghubungi orangtua melalui telepon beberapa menit seusai gempa dan dapat kabar bahwa mereka baik-baik saja, perasaan saya tetap tak bisa tenang. Pikiran saya, orangtua memang tak pernah ingin menyusahkan anaknya. Seberat apa pun penderitaan, kepada anak selalu dikatakan baik-baik saja. Dalam pikiran saya, bagaimana mungkin baik-baik saja, toh televisi selama 24 jam penuh memberitakan berbagai kehancuran dan kengerian seputar gempa di Padang dan Pariaman. Apalagi iringan lagu saluang Baliak ka Nagari yang mendayu-dayu, seperti mengimbau-imbau anak rantau untuk segera pulang.

Setiap kali menonton televisi, bayangan saya Padang dan Pariaman memang sudah ‘kiamat’. Hancur total, tak ada lagi harapan. Akhirnya, dengan perasaan bercampur aduk, hari kedua setelah gempa, Jumat tengah malam saya memutuskan berangkat ke Pariaman.

Sabtu pagi, memasuki Kabupaten Padang Pariaman, di Kayu Tanam belum terlihat tanda-tanda kalau gempa 7,6 SR baru saja mengguncang. Memasuki Sicincin, mulai tampak satu dua rumah roboh ke tanah. Di Kiambang, kondisinya makin parah. Tapi di Sungai Sariak, kondisinya agak mendingan. Setidaknya di kiri kanan jalan yang saya lewati rumah-rumah masih utuh berdiri, meski beberapa ada yang retak lumayan parah. Di Kurai Taji dan kampun kelahiran saya, Desa Marunggi, pun demikian. Banyak rumah roboh, tapi lebih banyak yang retak. Sebagian masih bisa ditempati kembali. Namun banyak pula yang tak lagi layak huni.

Lanjutkan membaca ‘Pariaman, Masih Ada Harapan’



Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai