BARANGKALI tak banyak yang tahu kalau Wakil Presiden kita yang baru, Boediono, ternyata gemar menggunakan pulpen murah meriah. Setidaknya, itu terekam dari jepretan sejumlah foto yang pernah dimuat di media massa. Foto-foto ini tentu saja sebelum Pak Boed jadi Wapres.
Menyaksikan foto-foto yang saya dapatkan dari situs kaskus ini, ada beberapa spekulasi. Pertama, Pak Boed memang pribadi yang sangat sederhana. Berbeda dengan pejabat-pejabat negara lain yang gemar memamerkan pulpen berharga jutaan, Pak Boed malah lebih suka dengan pulpen murah meriah, mirip pulpen anak SD atau SMP.
Kedua, barangkali Pak Boed pelupa, sering kehilangan pulpen. Nah… daripada pakai pulpen mahal yang sering tercecer di mana-mana dan akhirnya, mendingan pakai yang murah meriah saja. Ketiga, bisa jadi foto-foto ini hasil rekayasa photoshop belaka. Saya gak ngerti trik-trik software perekayasa foto, tapi sependek pengamatan saya foto ini asli adanya. Mudah-mudahan ini memang cermin kesederhanaan seorang Boediono.
SEMULA saya hanya tersenyum geli membaca SMS yang dikirim seorang teman. Barangkali Anda juga menerima SMS yang sama. Tampaknya ini adalah SMS berantai yang dikirim seseorang, kemudian menyebar ke banyak orang.
MESKI berhasil menghubungi orangtua melalui telepon beberapa menit seusai gempa dan dapat kabar bahwa mereka baik-baik saja, perasaan saya tetap tak bisa tenang. Pikiran saya, orangtua memang tak pernah ingin menyusahkan anaknya. Seberat apa pun penderitaan, kepada anak selalu dikatakan baik-baik saja. Dalam pikiran saya, bagaimana mungkin baik-baik saja, toh televisi selama 24 jam penuh memberitakan berbagai kehancuran dan kengerian seputar gempa di Padang dan Pariaman. Apalagi iringan lagu saluang Baliak ka Nagari yang mendayu-dayu, seperti mengimbau-imbau anak rantau untuk segera pulang.
Komentar Terbaru