Arsip untuk September, 2008

Memutar Jarum Jam, Menghemat Listrik

Krisis listrik melahirkan ide kreatif. Berbagai alternatif energi baru mulai dikaji, bahkan sudah banyak pula yang mencoba. Membuat listrik dari sampah atau kotoran ternak, misalnya. Tapi ada suatu ide lagi yang cukup menarik dan barangkali tak penah terpikirkan. Yaitu, menata ulang waktu di Indonesia, memindahkan satu jam dari malam menjadi siang hari untuk mengurangi pemakaian listrik.

Hah… ide gila apa pula ini? Gimana caranya…? Berikut sebuah tulisan menarik dari Ninok Laksono di Kompas tentang ide menata ulang waktu tesebut. Silakan baca!

Ketika krisis listrik terjadi, biasanya yang lalu hinggap di kepala untuk penghematan adalah program pemadaman listrik atau pengurangan aktivitas yang melibatkan transportasi. Namun, di lingkungan masyarakat ada pula yang coba mendekati masalah ini dari sisi yang lebih fundamental, yakni dengan mengubah sistem waktu.

Lanjutkan membaca ‘Memutar Jarum Jam, Menghemat Listrik’

Ada Apa dengan PKS?

Benar-benar aneh tapi nyata. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat blunder. Sudah nyata-nyata mendeklarasikan diri ‘abstain’ alias tak ikut mengusung calon di Pilkada Riau, tiba-tiba kini berbalik menyatakan mendukung pasangan Chaidir-Suryadi Khusai (CS). Dukungan itu pun  disampaikan saat masa pencalonan sudah lama berakhir, bahkan sudah masuk masa kampanye.

Chaidir adalah tokoh senior Golkar dan mantan Ketua DPRD Riau. Suryadi Khusaini Ketua PDIP Riau. Pasangan ini diusung PDIP berkoalisi dengan Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Sampai batas akhir pencalonan di KPU Riau, PKS tak ikut menyatakan dukungan ke pasangan ini. Malah saat itu PKS menyatakan abstain.

Kini, setelah hari pertama kampanye dimulai, tiba-tiba saja Presiden PKS Tifatul Sembiring mengumumkan PKS secara resmi mendukung pasangan CS. Penyataan dukungan itu disampaikan Tifatul, saat buka puasa bersama PKS Riau di Hotel Ibis, Jumat (5/9).

Lanjutkan membaca ‘Ada Apa dengan PKS?’

Jalan ke Surga

Seorang ustad mendapat undangan untuk memberi ceramah di masjid di sebuah desa yang letaknya agak terpencil. Selepas dari jalan raya, ustad yang mengendarai sepedamotor tersebut menyusuri jalanan tanah yang berkelok-kelok.

Di kanan kirinya cuma hamparan sawah, kadang-kadang ladang. Perjalanan yang jauh membuat ustad ragu-ragu, takut nyasar karena sudah lama dia tidak masuk ke desa itu. Benar saja, sampai di persimpangan dia bingung, mau ambil kiri atau kanan. Untunglah ada seorang pemuda lewat.

Pak ustad langsung menyetop pemuda itu dan bertanya, “Dik, adik tahu jalan ke masjid desa sukamakmur?”

Pemuda itu menjawab, “Oh sudah dekat pak, bapak ambil aja jalan ke kiri, trus setelah belokan pertama bapak akan melihat bngunan besar di sisi kanan jalan, itulah masjidnya”.

“Iya, iya, makasih dik, ngomong-ngomng adik warga sini?” tanya ustad.
“Iya pak” jawab pemuda itu.

“Kalau begitu, nanti habis maghrib adik datang ke masjid ya, nanti akan saya tunjukkan jalan ke surga”

Si pemuda itu menjawab dengan sinis, “Bagaimana mungkin bapak mau menunjukkan jalan ke surga, sedangkan jalan ke masjid saja bapak gak tau!!”

Ustad: ??????

ketawa.com



Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai